RSS2.0

My status

Memahami Nilai-nilai al-Qur’an dalam Sistem Pendidikan Islam

Rabu, 25 April 2012

Makalah
Tafsir Tarbawi
Memahami Nilai-nilai al-Qur’an dalam
Sistem Pendidikan Islam
Dosen Pembimbing
Drs. Muh. Nur Fuad, M.A


Oleh:
Muhammad Imam Syafi’i

Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim
Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya
Tahun Akademik 2010/2011


KATA  PENGANTAR

Mengawali mengantar makalah ini, tiada yang lebih indah dan penting kecuali memenjatkan puji dan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT karena rahmat dan pertolongan-Nya, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berisi tentang Haji dan Umrah. Solawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing manusia dari  zaman jahiliyah menuju ke zaman Islamiyah serta tercurah pula kepada keluarga, para sahabat dan para pengikutnya.
Selanjutnya, kami ucapkan terima kasih kepada Ust. Drs. Muh. Nur Fuad, M.A selaku Dosen Mata Kuliah Tafsir Tarbawi, yang telah bersedia membimbing kami dan menuntun kami dalam menyelesaikan tugas makalah. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini meskipun masih banyak terdapaat kekurangan dan kurang sempurna dalam mengerjakannya. Kiranya Allah Subhanahuwata’ala tempat penulis mencurahkan segala harapan dan do’a, sehingga penulis dapat mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang bermanfaat selalu mendapat perlindungan dan bimbingan-Nya.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyajian makalah ini, jauh dari kesempurnaan. Oleh karana itu, kritik dan saran sangat kami harapkan dari pembimbing maupun saudara yang sudi membacanya, guna memperbaiki penulisan selanjutnya. Akhirnya, semoga kita dapat mengambil manfaat dari pembahasan makalah ini, sehingga kita dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Amiin.



                                                                                                    Surabaya, 7  April 201

                                                                                                                        Penyusun





Indikator Kopetensi Dasar

Kompetensi Dasar:
1.    Memahami nilai-nilai Al-Qur’an dalam sistem Pendidikan Islam.

Indikator:
Mahasiswa Mampu:
1.    Menjelaskan Konsep Spiritual Budaya dan Kecerdasan.
2.    Menganalisis nilai-nilai Kandungan Al-Qur’an.
3.    Menganalisis Aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam Pendidikan Islam.























DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Indikator Kopetensi Dasar
Daftar Isi
BAB    I    Pendahuluan ............................................................................................................
BAB    II    MEMAHAMI NILAI-NILAI AL-QUR’AN dalam SISTEM PENDIDIKAN ISLAM .............................................................................................................................................
A.    Penyajian Ayat dan Terjemah dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ………..
B.  Terjemah Lafdziyah ………………………………………………………………………
C.Analisis pendapat ulama …………………………………………………………………
D.  Interpretasi Ayat ………………………………………………………………………….
1.  Surat Al Alaq Ayat 1-5 ………………………………………………………………..
2.  Surat Luqman Ayat 27 ..................................................................................................
3.  Surat Al Isra’ Ayat 18 ....................................................................................................
4.  Surat Ar Rum Ayat 7 ………………………………………………………………….
5.  Surat Al Haqqah Ayat: 38-39 ………………………………………………………...
6.  Surat Al Baqarah Ayat 164 …………………………………………………………...
7.  Surat Al Maidah Ayat 20……………………………………………………………...
E.  Pesan Pendidikan Ayat …………………………………………………………………...
F.  Pesan Taqwa Ayat ………………………………………………………………………...
G.  Amal Saleh dan Implementasinya dalam Kehidupan ………………………………….
BAB    III    SIMPULAN …………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….




BAB I
      PENDAHULUAN

    Di zaman dewasa ini, realita pendidikan belum seperti yang kita harapkan. Karena dari segi sistem pemerintah yang salah. Banyak anak-anak disekitar kita yang belum mampu sekolah, mungkin kurang mampu atau kebutuhan hidup yang semakin mahal. Dikalangan Mahasiswa sendiri, yang semakin banyak sarjana bukan malah menciptakan lapangan pekerjaan tetapi semakai banyak pengangguran. Sebenarnya orang Indonesia mampu untuk memajukan Indonesia. Banyak anak-anak bangsa, yang baru-baru ini meraih juara I dalam perlombaan tingkat dunia. Dan dalam hal Agama masih banya yang meremehkan. Al Qur'an di zaman sekarang ini, sangatlah baik apabila dikaji. Karena realita sekarang ini masih banya yang tidak faham apa yang disampaikan didalam ayat Al Qur'an.
    Makalah ini sangatlah penting untuk dikaji sekarang ini, karena didalam makalah terdapat pesan penting tentang pendidikan, terdapat pesan taqwa ayat, dan amal sholeh yang perlu kita sampaikan kepada orang lain. Makalah ini mengkaji tentang MEMAHAMI NILAI-NILAI AL-QUR’AN dalam SISTEM PENDIDIKAN ISLAM. Dan diharapkan pembaca mampu mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
    Unsur yang akan dikaji didalam makalah ini ialah unsur pendidikan, pengetahuan, sosial dan moral. Yang seseorang harapkan didalam mengkaji nilai-nilai Al Qur'an, agar dirinya mampu untuk mengamalkan ilmu yang ia peroleh. Karena banyak seseorang yang pintar tetapi tidak mengamalkan ilmunya, malah menyembunyikannya.   
Mengingat pentingnya pemahaman dan pengamalan isi kandungan surat al-‘Alaq, berikut beberapa hal yang dapat menunjang terujudnya hal tersebut, antara lain: 1) Penyajian Ayat-ayat, 2) Penyajian Terjemah Indonesia dan Inggris, 3) Penyajian Terjemah Perkata, 4) Latihan menulis dan membaca ayat tanpa harokat serta memberikan jabatan kata, 5) Analisis Pandangan Ulama’ Tentang Kandungan Makna Ayat, 6) Pesan Taqwa Ayat, 7) Aplikasi Pesan Taqwa Ayat dalam Kehidupan Sehari-hari.




MEMAHAMI NILAI-NILAI AL-QUR’AN dalam SISTEM
PENDIDIKAN ISLAM

BAB II

A.    Penyajian Ayat dan Terjemah dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
1.    Surat Al Alaq (96) : 1-5
       
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
1. proclaim! (or read!) In the name of Thy Lord and Cherisher, who created-
      
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
2. created man, out of a (mere) clot of congealed Blood:
     
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
3. proclaim! and Thy Lord is Most Bountiful,-
     
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
4. He who taught (the use of) the pen,-
       
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
5. taught man that which He knew not.
Asbabun Nuzul Ayat 5
Ibnu abbas meriwayatkan, ayat ini diturunkan berkenaan dengan beberapa orang yang dipanjangkan usianya hingga menjadi pikun pada masa Rasulullah. (HR. Ibnu Jarir)

2.    Surat Luqman (31) : 27
             •     •      
27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
27. and if all the trees on earth were pens and the ocean (were ink), with seven oceans behind it to add to its (supply), yet would not the words of Allah be exhausted (in the writing): for Allah is Exalted In power, full of wisdom.
Asbabun Nuzul Ayat 27
Ikrimah mengakatakan, bahwa yat ini diturunkan berkenaan dengan kaum Ahli Kitab yang saat dinasihati Rasulullah, berkata,”Kau menganggap bahwa kami tidak diberi ilmu kecuali sedikit. Padahal kami telah diberi Taurat yang ada hikmah dan juga memuat penjelasan segala sesuatu. Siapa yang diberi Taurat, berarti ia diberi kebaikan yang banyak.” (HR. Ibnu Jarir)
3.    Surat Al Israa (17) : 18
•                 •   
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir.
18. if any do wish for the transitory things (of This life), we readily grant them - such things As we will, to such person As we will: In the end have we provided Hell for them: They will burn therein, disgraced and rejected.



4.    Surat Ar Ruum (30) : 7
            
7. mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.
7. They know but the outer (things) In the life of This world: but of the end of things They are heedless.
5.    Surat Al Haaqqah (69) : 38-39
      
38. Maka aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.
38. so I do call to witness what ye see,
     
39. dan dengan apa yang tidak kamu lihat.
39. and what ye see not,
6.    Surat Al Baqarah (2) : 164
•       •        ••       •                       
164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
164. Behold! In the creation of the heavens and the earth; In the alternation of the night and the day; In the sailing of the ships through the ocean for the profit of mankind; In the rain which Allah Sends down from the skies, and the life which He gives therewith to an earth that is dead; In the beasts of all kinds that He scatters through the earth; In the change of the winds, and the clouds which They Trail like their slaves between the sky and the earth;- (Here) indeed are Signs for a people that are wise.
7.    Surat Al Maaidah (5) : 20-21
                •        
20. dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat Nabi Nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".
20. remember Moses said to His people: "O My people! call In remembrance the favour of Allah unto you, when He produced prophets among you, made you kings, and gave you what He had not given to any other among the peoples.
                
21. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.
21. "O My people! enter the holy land which Allah hath assigned unto you, and turn not back ignominiously, for then will ye be overthrown, to your own ruin."
8.    Surat Fushshilat (41) : 53

       •               
53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
53. soon will we Show them Our Signs In the (furthest) regions (of the earth), and In their own souls, until it becomes Manifest to them that This is the Truth. is it not Enough that Thy Lord doth witness all things?

B.    Terjemah Ayat Perkata dan Pembagian Jenis Kata Dalam Bahasa Arab

1.Surat Al-Alaq :1-5
خَلَق    الَّذِي    كَ    رَبِّ    اسْمِ    بِ    إِقْرَأْ
(Dia) telah Menciptakan    Yang    kamu    Tuhan    Nama    Dengan    (kamu) bacalah
رَبِّ    وَ    اقْرَأ        عَلَق    مِنْ    الْإِنسَانَ    خَلَقَ
Tuhan    Dan    (kamu) Bacalah    segumpal darah    Dari    Manusia    (Dia) telah menciptakan
عَلَّمَ    الْقَلَمِ    بِ    عَلَّمَ    الَّذِي    الْأَكْرَمُ    كَ
Dia mengajarkan    perantaran kalam    Dengan    Dia mengajarkan    Yang    Maha Pemurah    Kamu
            يَعْلَمْ    لَمْ    مَا    الْإِنسَانَ
            Dia mengetahui    Tidak    Apa    Manusia

2.Surat Luqman :27

شجرة
    من    الا رض    في    ما    ان    ولو
Pohon    dari    bumi    Di    Apa yang    Sesungguhnya    Dan jikalau
سبعة    بعده    من    يمده    البحر    و    اقلام
Tujuh    Sesudah satu laut habis    dari    Lalu menambahkanya    Laut    Dan    Pena-pena
حكيم    عزيز    الله    كلمت    نفدت    ما    ابحر
Maha bujaksana    Maha perkasa    Allah    Kalimat/ilmu    habis    Niscaya tidak    Laut

3.Surat Al Isra :18

ه    ل    عجلنا    العاجلة    يريد    كان    من
Nya    Bagi    Kami segerakan    Kehidupan dunia    Dia menghendaki    Dia telah    Siapa yang
نريد    من    ل    نشاء    ما    ها    فى
Kami kehendaki    Siapa    Bagi    Kamu kehendaki    Apa yang    Nya    Didalam
ها    يصل    جهنم    ه    ل    جعلنا    ثم
Nya    Dia memasuki    Neraka jahanam    Nya    Bagi    Kami jadikan    Kemudian
                    مدحورا    مذموما
                    Terusir dari rahmat Allah    Kondisi tercela

4.Surat Ar-Rum :7
و    الدنيا    الحيوة    من    ظهرا    يعلمؤن
Dan    dunia    kehidupan    Dari    Yang jelas    Mengetahui
    غفلون    هم    الاخرة    عن    هم
    Lalai    mereka    Akhirat    tentang    Mereka

5.Surat Al Haqaah 69:38-39

و    تبصرون    ما    ب    لااقسم    ف
Dan    Kamu mendengar    Apa yang    Dengan    Tidak bersumpah    Didalam
                لا تبصرون    ما
                Tidak mendengar    Apa yang

6.Surat Al Baqarah 2:164

و    الارض    و    السماوات    حلق    في    ان
Dan    bumi    dan    semesta langit    penciptaan    dalam    sesungguhnya
التي    الفلك    و    النهار    و    الليل    اختلاف
Yang    kapal    dan    siang    dan    malam    Pergantian
النَّاسَ    يَنْفَعُ    مَا    ب    الْبَحْرِ    في    تجري
Manusia    memberi manfaat    apa yang    dengan    lautan    di    Berlayar
مِنْ    السَّمَاءِ    مِنَ    اللَّهُ    أَنْزَلَ    مَا    وَ
Dari    langit    dari    Allah    telah dia turunkan    apa yang    Dan
بَعْدَ    الْأَرْضَ    هِ    بِ    أَحْيَا    فَ    مَاءٍ
Setelah    bumi    nya (air)    dengan    Dia menghidupkan    lalu    Air
مِنْ    هَا    فِي    بَثَّ    وَ    هَا    مَوْتِ
Dari    nya    pada    Dia sebarkan    dan    nya    Kematian
السَّحَابِ    وَ    الرِّيَاحِ    تَصْرِيفِ    وَ    دَابَّةٍ    كُلِّ
Awan    dan    angin    pergerakan    dan    binatang    segala jenis
آَيَاتٍ    ل    الْأَرْضِ    و    السَّمَاءِ    بَيْنَ    الْمُسَخَّرِ
tanda-tanda    sungguh    bumi    dan    langit    antara    yang ditundukkan
                يَعْقِلُونَ    قَوْمٍ    ل
                yang berakal    kaum    Bagi
   
7.Surat Al Maidah 5:20-21

ه    قَوْم    ل    مُوسَى    قَالَ    إِذْ    وَ
Nya    kaum    kepada    Musa    Dia berkata    ingatlah ketika    Dan
كُمْ    عَلَيْ    اللَّهِ    نِعْمَةَ    اذْكُرُوا    قَوْمِ    يَا
Kalian    atas    Allah    nikmat    ingatlah kalian    kaumku    Wahai
جَعَلَ    وَ    أَنْبِيَاءَ    كُمْ    فِي    جَعَلَ    إِذْ
Dia menjadikan    dan    Nabi-nabi    kalian    pada    Dia menjadikan    Ketika
لَمْ    مَا    كُمْ    آَتَا    و    مُلُوكًا    كُمْ
Tidak    apa yang    kalian    Dia memberikan    dan    (seperti) raja-raja    Kalian
ادْخُلُوا    قَوْمِ    يَا    الْعَالَمِينَ    مِنَ    أَحَدًا    يُؤْتِ
masuklah kalian    kaumku    wahai    seluruh alam    dari    (pada) seorang (pun)    Diberikan
كُمْ    لَ    اللَّهُ    كَتَبَ    الَّتِي    الْمُقَدَّسَةَ    الْأَرْضَ
Kalian    bagi    Allah    telah Dia tentukan    yang    yang suci (palestina)    (ke) bumi (negeri)
ف    كُمْ    أَدْبَار    عَلَى    تَرْتَدُّوا    لَا    وَ
Maka    kalian    belakang    ke    berbalik mundur    jangan    Dan
                    خَاسِرِين    تَنْقَلِبُوا
                    (menjadi) orang yang rugi    kalian akan balik

8.Surat Fushilat 41:53

و    الافاق    في    نا    ءايت    هم    سنري
Dan    Ufuk (segala penjuru langit dan bumi)    di dalam    kami    tanda-tanda    mereka    Akan kami perlihatkan
هم    ل    يتبين    حتى    هم    انفس    فى
Mereka    bagi    menjadi jelas    sehingga    mereka    diri-diri    di dalam
ب    يكف    لم    او    الحق    ه    ان
Dengan    cukup    tidak    dan apakah    adalah benar    dia (al-Qur’an)    Sesungguhnya
شهيد    شىء    على    ه    ان    ك    رب
Maha menyaksikan    sesuatu hal    atas    Dia    bahwa    kamu    Tuhan

Keterangan:
a.    Isim        : blok hitam warna kata putih
b.    F’il Maadi    : blok kuning warna tulisan merah
c.    Fi’il Mudhari’    : blok hijau muda warna tulisan merah
d.    Fi’il Amr    : blok hijau muda warna tulisan merah
e.    Fi’il Nahi    : blok ungu muda warna tulisan merah

C.    Menghafal Ayat dan Menulisnya dengan Tanpa Harakat Seta Memberi Jabatan Kata (mubtada’, Khabar, fi’il, fail dan maful)
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

D.    Menganalisis dan Perbandingan Penafsiran para Ulama
1.Surat Al-Alaq :1-5
Dalam kitabnya-tafsir ibnu katsir-, Al Qurtubi menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut merupakan rahmat yang pertama yang dengannya Allah menyayangi hamba-hambaNya sekaligus sebagai nikmat yang pertama yang diberikan kepada mereka. Didalam ayat tersebut juga termuat peringatan mengenai permulaan manusia dari segumpal darah. Dan bahwasanya diantara kemurahan Allah swt adalah Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dengan demikian Dia telah memuliakannya dengan ilmu. Dan itulah yang menjadikan Adam r.a  memiliki kelebihan atas malaikat. Terkadang ilmu berada dalam akal fikiran dan juga terkadang dalam lisan serta dalam bentuk tulisan. Secara akal, lisan serta tulisan mengharuskan perolehan ilmu dan tidak sebaliknya.

2.Surat Al-Luqman :27
    Dalam kitabnya-tafsir ibnu katsir-, Al Qurtubi menyatakan bahwa ayat ini menjelaskan mengenai ilmu Allah yang tiada batasnya, diibaratkan bumi menjadi pena dimana laut sebagai tintanya. Dari sini jelas bahwa ilmu Allah sangat luas sekali dan tidak akan pernah habis jika kita pelajari.
    Menurut penulis sendiri setuju dengan apa yang dikatakan Al Qurtubi dalam kitab ibnu Kastir bahwa dalam ayat ini menjelaskan mengenai ilmu Allah yang sangat luas dan tiada batasnya. Jika kita gali dan pelajari ilmu Allah tidak akan pernah habis.
3.Surat Al-Isra :18
Ayat ini ditunjukkan kepada orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan sehingga mereka meyakini bahwa tidak ada kehidupan lagi sesudda kehidupan dunia ini, itulah sebabnya mereka terlalu tamak dan rakus terhadap kekayaan dunia dan kemewahannya padahal kehidupan dunia bersipat sementara,  oleh karena itu allah mengancam mereka denga neraka jahannam.
Sedangkan dalam tafsir Assa’di dijelaskan bahwa Allah mempercepat dunianya bagi orang yang menginginkan hiasan dunia akan tetapi perhiasan tersebut tidaklah bermamfaat dan tidak selamanya baginya, kemudian nereka jahannam sebagai azabnya dan mereka dalam kondisi hina dihadapan Allah, ciptaannya dan jauh dari  rahmat Allah.
Pendapat ulama diatas sepakat bahwa Allah memberikan kenikmatan dunia bagi orang yang rakus dan tamak terhadap dunia tersebut, tapi Allah juga mengancamnya dengan neraka jahannam sebagi azabnya dan mereka dalam kondissi hina terhadap Allah serta jauh dri rahmat Allah. Bila kita cermati dari pendapat penapsir diatas ternyata dunia ini sangatlah mengerihkan jika kita terpesona didalamnya, untuk itu diperlukannya sebuah pendidikan agar kita tidak terpesona didalamnya, sehingga kita mempergunakan dunia ini sebagai bekal menuju akhirat

4.Surat Surat Arrum :7
Dalam Tafsir Ibn Katsir bahwa Orang kafir itu hanya mengetahui tentang dunia cara mendapat dunia namun urusan akhirat mereka lalai.sedangkan menurut Ibn Abbas. Mereka mengetahui urusan dunia namun tidak mengetahui urusan agama. Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan orang kafir tidak  mengetahui agama.
Ahmat Mstafa menafsirkan bahwa Orang-orang kafir itu hanya mengetahui lahirianya dalam kehidupan dunnia saja seperti pengantae kehidupan memperindah rumah,mengem bangkan perdagangan sedangkan mereka lalai bahwa jiwa ini hidup kembali sesudah mati ,dan akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang diperbut didunia baik itu  amal yang baik maupun amal yang buruk.
Apabila dihubungkan dengan sekarang orang kafir itu mengetahui tenteng adanya akhirat namun mereka lalai karna diperdaya oleh dunia sehingga mereka lalai akan akhirat. Oleh karna itu ayat ini memberikan pelajaran buatkita agar kita hati-hati terhadap dunia dan menunjukkan pentingnya sebuah pendidikan untuk mengetahui akhirat, seperti apa kehidupan akhirat itu dan untuk apa  kita hidup diduni ?, tentunya dengan penddikan.

5.Surat Al-Haqqah :38-39
Dalam kitabnya ibnu Katsir, Al Qurtubi menyatakan bahwa ayat ini menjelaskan Allah melihat apa yang tidak manusia lihat maupun apa yang manusia tidak lihat. Allah sang Maha Mengetahui seluruhnya, baik yang ghaib maupun yang nyata bagi manusia. Ini adalah sebuah  kekuasaan Allah swt yang manusia tidak mampu untuk menandinginya.
Dengan ayat ini Allah menegaskan kepada orang-orang musrikin Mekkah, bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Itu adalah benar berasal dari-Nya. Bukan perkataan dari Muhammad yang mengada-ada. Dari kata “bima tubsirun” (segala yang dapat dilihat) sebenarnya orang-orang musyrikin in mengetahui dari gaya bahasa yang digunakan.
Singkatnya menurut penulis sendiri sependapat dengan Al Qurtubi bahwasannya yang Maha Mengetaui segalanya hanyalah Allah swt, tiada manusia yang bisa menandingi kebesaranNya. Apa yang tidak terlihat oleh manusia Allah mampu untuk melihatnya.

6.Surat Al-Baqarah :164
Dalam surat ini Ibnu Kasir menjelaskan bahwa, Allah menunjukkan kejadian langit, ketinggiannya, keindahan, keluasan, bulan dan matahari, kemudian kami dan semua yang ada diatasnya,hutan dan ladangnya, serta silih berganti malam dan siang. Lambat dan cepat ,panjang dan pendek dan juga bahtera yang ada dilau berjalan membawa kebutuhan manusia ,turunnya hujan dari langit untuk menumbuhkan berbagai macam tumbuhan, dan tersebarnya berbagai macam seranggadan ternak serta datangnya angin yang menghalau dan lain sebagainya sebagai bukti kekuasaan allah bagi orang yang berakal.

7.Surat Al-Maidah :20
Musa telah menerangkan kepada ummatnya  segala macam nikmat dari tuhan yang telah dianugrahkan kepada mereka. Allah telah mengangkat sekian banyak diantara bani Israil menjadi Nabi, sepertin Nabi Musa, Harun dan Nabi-Nabi yang lain sebelum mereka berdua.  Allah telah memberikan kepada mereka raja-raja,yang dimaksud raja disini adalah orang yang merdeka mengatur sendiri urusan kelurganya. Bahwa Allah telah memberikan kepada mereka apa yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun dari ummat-ummat lain seluruh dunia, seperti terbebasnya dari Raja-Raja kejam ,Allah telah menyibahkan laut untuk  mereka dan membinasakan musuh mereka dan dianugrahkan harta secara turun temurun.
Dalam tafsir yang lain disebutkan nabi Musa mengingatkan kepada kaumnya untuk tetap mengingat nikmat yang diberikan ole Allah sebab dengan mengingat nikmat yang telah diberikannya maka hal itu dapat menyebabkannya bersyukur dan tetap isti qoma menjalankan perintah Allah.
Dari diatas terdapat korelasi bahwa nabi Musa telah mengingatkan, menerangkan kepada kaumnya tentang nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah, agar dengan mengingatnya maka mereka akan senan tiasa bersukur kepada Allah swt.     Bila kita kaitkan dengan dunia pendidikan maka kita akan mendapatkan pentingnya sebuah pendidikan untuk mengetahui banyaknya nikmat yang diberikan oleh allah sehingga jika kita mensyukurinya maka Allah akan menambahkannya tetapi apabila kita ingkar adzabnya sangat pedih .

8.Surat Fushshilat :53
Dalam kitabnya -tafsir ibnu katsir-, Al Qurtubi menyatakan bahwa ayat ini menjelaskan Allah telah memperlihatkan seluruh kekuasaanNya di dalam Al Qur’an, dimana harus diyakini oleh hambanya akan kebenarannya. Dalam seluruh kandungan di dalam Al Qur’an terdapat kekuasaan-kekuasaan Allah swt.
Menurut penulis bahwasannya penulis sependapat dengan Al Qurtubi bahwa telah jelas didalam Al Qur’an terdapat kekuasaan-kekuasaan Allah swt yang harus diyakini kebenarannya.

E.    Pesan Pendidikan Ayat
Dalam penafsiran ayat diatas penulis dapat memberikan pesan, yaitu: Mendidik seseorang atau anak didik harus kita kenalkan dengan Allah. Karena Allah yang memberikan ilmu kepada manusia. Perintah kepada kita untuk membaca al-Qur’an damengamalkan, merenungkan penciptaan manusia dan alam semesta dengan menyebut nama Allah. Allah menciptakan manusia dalam keadaan fitrah dan belum mengetahui apa-apa.  Manusia tidak pantas sombong karena hanya sedikit ilmu yang Allah berikan. Allah Maha Pemurah. Allah mengajarkan ilmu kepada manusia dengan melalui pena (tulisan).

F. Pesan Taqwa Ayat    
Kita memerintahkan kepada manusia agar memberi kabar gembira tentang kebenaran ayat Al Qur’an. Memahami dan menghayati makna yang terkandung didalam ayat Al Qur’an dan mengamalkan. Allah memberi peringatan kepada manusia, bahwa tempat kembali segala urusan hanyalah disisi Allah
G. Amal Saleh  dan Implementasinya dalam Kehidupan
-   Saya berniat dan berupaya mengajak orang Shalat Berjama’ah.
-   Dan saya akan berupaya menjauhi perbuatan bohong, maksiat, mencuri dan Ghasab.
-  Saya berupaya untuk selalu mengingat Allah (berzikir) dalam keadaan lapang maupun  sempit.
-   Saya berupaya rajin belajar dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada anak didik, dan bersyukur kepada Allah, dari nikmat yang diberikan.
-   Kami berupaya mencontoh Rasulullah dalam mengajarkan ilmu dan berdakwah setiap saat.
-  Kami berupaya membantu orang yang melakukan kebaikan dan mencegah orang yang berbuat jahat dan dzalim.












BAB III
Simpulan
Surat Al Alaq mempunyai kandungan, diantaranya: Hikmah Allah dalam penciptaan manusia, dan bagaimana penciptaan manusia. Menjelaskan bahwa manusia melupakan nikmat Allah yang melimpah.
Malaikat Jibril Memerintahkan kepada NAbi Muhammad agar membaca surat Al Alaq. Dalam mendidik seseorang harus dengan kesabaran dan keuletan dalam belajar. Mendidik yang berhasil ialah anak didik mencerminkan kepribadian Rasulullah dan moral, budi pekerti yang baik. Keberhasilan mendidik tidak bisa diukur media yang diberikan.
Nikmat Allah yang disyukuri pasti akan mendapat tambahan dari-Nya. Sebaliknya nikmat-Nya yang dikufuri para penerimanya diancam dengan siksaan.
Dalam penafsiran ayat diatas penulis dapat memberikan pesan, yaitu: Mendidik seseorang atau anak didik harus kita kenalkan dengan Allah. Karena Allah yang memberikan ilmu kepada manusia. Perintah kepada kita untuk membaca al-Qur’an damengamalkan, merenungkan penciptaan manusia dan alam semesta dengan menyebut nama Allah. Allah menciptakan manusia dalam keadaan fitrah dan belum mengetahui apa-apa.  Manusia tidak pantas sombong karena hanya sedikit ilmu yang Allah berikan. Allah Maha Pemurah. Allah mengajarkan ilmu kepada manusia dengan melalui pena (tulisan).













Daftar Pustaka
Al-Imam Abul Fida Ismail Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi, Terjemah Tafsir Ibnu Katsir: Sinar Baru Algesindo,  Bandung: 2008.
Al Maraghi, Ahmad Musthafa, Terjemah Tafsir Al Maraghi, Semarang: Toha Putra, 1985.
Al Quran Tafsir Per Kata Tajwid Kode Angka Alhidayah,


0 komentar:

Poskan Komentar

Makasih dah kasih saran atau komentarnya ...

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner